TRENDING

Mengenal Kewirausahaan


Tips Menjaring Karyawan yang Tepat


The Hidden Power of Mompreneur


Budidaya Sayuran Organik




READ ARTICLE

HOME | Resources | Jangan Salah Menghitung Marjin Laba

Resources disponsori oleh :

Jangan Salah Menghitung Marjin Laba

oleh Dibaca: 1  | Komentar: 0
Font size: Decrease font Enlarge font
Email to a friend Print Article

Bagi usaha kecil, kadangkala terjadi kesalahan dalam menghitung marjin laba bisnis.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa untuk menghitung marjin laba adalah hanya dengan melihat jumlah penjualan yang diterima dibandingkan dengan harga beli produk terhadap harga pembelian. Coba kita kalkulasi sejenak pendapat tersebut:

Harga Jual: Rp. 15,000.-

Harga Beli: Rp. 5,000.-

Laba Penjualan (Kotor) : Rp. 15,000 – Rp. 5,000 = Rp.10,000.-

Marjin laba : Laba Penjualan Kotor / Harga Beli x 100% = 200%

Menurut pendapat diatas, maka marjin laba dari produk adalah: 200% , yang dihitung dari laba (Rp. 5000,-) yang sama dengan harga pembelian (Rp. 10,000,-) .  Dengan dasar itu, pendapat ini mengatakan bahwa penjualan produk A tersebut memiliki untung sebesar 200% (yaitu jumlah laba yang sama dengan harga beli). 

Pendapat ini tidaklah tepat, dikarenakan cara menghitung seperti diatas akan mengakibatkan kekacauan dalam penghitungan laporan keuangan bisnis selanjutnya.

Sekarang kita coba lagi penghitungan marjin laba yang seharusnya digunakan:

Harga Jual: Rp. 15,000.-

Harga Beli: Rp. 5,000.-

Laba Penjualan (Kotor) : Rp. 15,000 – Rp. 5,000 = Rp.10,000.-

Marjin laba: Laba Penjualan Kotor / Harga Jual x 100% = 66,7%

Konsekuensi dari cara menghitung marjin yang benar adalah:

Cepat dan mudah melihat harga modal dan marjin laba dari suatu produk

Misal: Produk XYZ dengan harga jual Rp. 20,000 memiliki marjin laba 50%. Akan dengan mudah diketahui bahwa nilai laba yang didapat adalah sebesar Rp. 10,000 (atau 50% x harga jual) per item dan harga beli modal adalah sebesar Rp. 10,000

Sebaliknya jika menggunakan perhitungan yang tidak tepat, maka dianggap jumlah keuntungan adalah 100% (karena dilihat jumlah laba yang sama besar dengan harga beli yaitu Rp. 10,000). Maka, jika marjin laba 100% tersebut digunakan dalam perhitungan jadinya (Harga jual Rp. 20,000 dengan marjin 100% = harga beli modal praktis dikatakan nol) tidak terlihat dengan benar berapa nilai keuntungan atau harga beli modal suatu produk.

Share on: Post on Facebook Facebook     Add to your del.icio.us del.icio.us     Digg this story Digg     StumbleUpon StumbleUpon     Twitter Twitter    
FOLLOW WIRAUSAHACOM

ARTIKEL TERKINI





IKLAN TEKS | Pasang iklan teks

IKLAN BARIS BISNIS